BNN Bersama Bappeda Aceh Besar Optimalkan Alternative Development

Aceh Besar (Rabu, 02/11/2022) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Wilayah Aceh berkolaborasi dengan Bappeda Kabupaten Aceh Besar menggelar Rapat Kerja Sinergisitas Program Alternative Development yang diselenggarakan di Gedung Dekranasda Kabupaten Aceh Besar yang terletak di Kecamatan Ingin Jaya. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertegas pelarangan penanaman dan budidaya tanaman ganja, termasuk jenis narkotika lainnya yang berdampak sangat buruk bagi kesehatan dan rentan disalahgunakan oleh berbagai pihak. Pertemuan ini dihadiri oleh Pimpinan BNN Aceh yang diwakili oleh Plt. Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Suharmansyah,S.Sos,M.I.Kom dan Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Besar Rahmawati,S.Pd beserta para stakeholder yang terlibat dalam Program Alternative Development.

(Foto: Para Peserta Raker)

Menurut Suharmansyah,S.Sos,M.I.Kom ganja yang dibudidayakan di wilayah Kabupaten Aceh Besar merupakan jenis narkotika yang paling berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan termasuk jenis yang tidak boleh dikembangkan untuk keperluan obat-obatan. “THC (tetrahydrocannabinol) ganja Aceh sangat tinggi dan bisa berdampak sangat merusak (fatal) bagi tubuh manusia jika dikonsumsi” imbuhnya. Oleh karena itu, jenis narkotika tersebut sangat dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan UNODC secara internasional. THC pada ganja Aceh diklaim mampu menciptakan efek euforia berlebihan alias kesenangan tanpa sebab (halusinasi) dalam waktu relatif lama dan membuat para penggunanya selalu ketagihan dalam mengkonsumsi ganja.

Rahmawati,S.Pd juga menyampaikan beberapa rencana aksi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk Program Alternative Development yangdiantaranya melakukan pengendalian dan pemberdayaan untuk aktifitas ekonomi yang produktif dan bermanfaat guna meningkatkan pendapatan masayarakat dan menurunkan angka kemiskinan. “Kemiskinan dan terbatasnya lapangan kerja adalah faktor utama penyalahgunaan narkoba, sehingga perlu penanganan yang lebih serius bagi masyarakat yang ada di bawah garis kemiskinan (terutama kemiskinan ekstrim)” ujarnya.

(Foto: Para Peserta Raker)

Kegiatan ini menghasilkan beberapa tindak lanjut yang akan dilaksanakan melalui Program Alternative Development, yaitu memberikan bantuan dan pendampingan bagi masyarakat miskin, serta wawasan terhadap bahayanya narkotika. BNN berharap masyarakat Kabupaten Aceh Besar memiliki ketrampilan ekonomi kreatif untuk pengembangan SDM kedepannya guna mencegah terjadinya efek negatif (narkotika) yang akan merusak generasi yang akan datang.

Check Also

Bappeda Aceh Besar Lakukan Desk Penyusunan RKPD Tahun 2025

Kota Jantho (Senin, 20/05/2024) – Menindaklanjuti hasil pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan …

Tinggalkan Balasan